Minggu, 02 Desember 2012

Tugas Softskill 2

Suatu perusahaan sedang mepertimbangkan untuk mengganti mesin yang lama dengan mesin yang baru. Diketahui mesin lama mempunyai nilai baku sebesar Rp.100 juta dan masih bisa digunakan selama 5 tahun dengan nilai tersidu sebesar 0. Sementara mesin baru mempunyai harga Rp.150 juta dengan nilai residu sebesar 0 dan mempunyai usia ekonomia 6 tahun. Metode penyusutan dan metode straight line. Mesin lama masih dapat dijual seharga Rp.80 juta dengan tarif pajak 30%.

Berdasarkan uraiann di atas hitunglah taksiran aliran kasnya?


Jawaban:

Penaksiran aliran kas yang kita gunakan adalah dengan menggunakan taksiran selisih(incremental). Jadi suatu perusahaan jika mengganti mesin yang lama dengan mesjn yang baru maka perlu adanya tambahan investasi sebesar Rp. 150 juta-Rp.100 juta=Rp.50 juta taksiran oprasional cash flow pertahun adalah:

Tambahan keuntungan karena penghematan
Biaya oprasional Rp. 30 juta

Tambahan penyusutan:
mesin baru: Rp. 25 juta
mesin lama: Rp. 20 juta     5juta

Tambah laba sebelum pajak Rp. 25 juta
Tambahan pajak Rp. 7,5 juta
Tambahan laba setelah pajak Rp. 17,5 juta.

Tambahan kas masuk bersih  Rp. 17,5 juta + Rp. 5 juta = Rp.22,5 juta
Dengan demikian taksiran lengkap aliran kasnya adalah:

Tambahan initial investasiment Rp.50 juta
Tambahan oprational cash flow pertahun Rp. 22,5 juta (untuk 5 tahun)
Tambahan terminal cash flow Rp. 50 juta (pada akhir tahun ke 5).

Minggu, 21 Oktober 2012

Analisa Teknik dan Biaya


11.  Jelaskan alasan pentingnya memahami konsep nilai waktu dari uang!

Memahami nilai waktu dari uang sangatlah penting karna suatu perkiraan yang didasarkan bahwa nilai uang hari ini akan lebih berharga dari hari esok yang mengacu pada perbedaan nilai uang yang di sebabkan karena perbedaan waktu.
Apabila kita dapat menghitung Opportunity Cost maka kita akan mampu menghitung nilai dari sejumlah uang yang dimiliki di masa yang akan datang.
            Dalam memahami nilai waktu uang (Time Value Of Money) dapat dibedakan menjadi beberapa cara yaitu:
Nilai waktu dari uang terdiri dari:

Discounting (Present Value)  
 Present value adalah berapa nilai uang saat ini untuk nilai tertentu di masa yang akan datang. Present value bisa dicari dengan menggunakan rumus future value atau dengan rumus berikut ini:
PV=FV (1+r)-n
Keterangan:
FV =  Future Value (Nilai Pada akhir tahun ke n)
PV =  Present Value à Nilai Sekarang (Nilai pada tahun ke 0)
r = Suku Bunga
n = Waktu (tahun)

Rumus di atas mengasumsikan bahwa bunga digandakan hanya sekali dalam setahun, jika bunga digandakan setiap hari, maka rumusnya menjadi:
FV=PV(1+r/360)-360n

 Compounding (Future Value)
Future value (nilai akan datang) adalah nilai uang di masa yang akan datang dengan tingkat bunga tertentu. Future value dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
FV=PV(1+r)n
Keterangan:
FV =  Future Value (Nilai Pada akhir tahun ke n)
PV =  Present Value à Nilai Sekarang (Nilai pada tahun ke 0)
r = Suku Bunga
n = Waktu (tahun)

Rumus di atas mengasumsikan bahwa bunga digandakan hanya sekali dalam setahun, jika bunga digandakan setiap hari, maka rumusnya menjadi:
FV=PV(1+r/360)360n

22. Dalam pengelolan proyek di bidang teknik faktor biaya menjadi pertimbangan disamping pertimbangan keandalan peralatan.Jelaskan mengapa nilai waktu dari uang menjadi hal yang penting dalam faktor biaya !

         Pengelolaan suatu proyek dibutuhkan suatu pertimbangan mulai dari waktu, biaya, kapasitas pekerja, peralatan, dll, dalam suatu perusahaan dibutuhkan suatu manufaktur yang tertata secara baik untuk mengelola biaya dari suatu peroduksi, sehingga harga dari suatu produksi dapat di kelola dengan baik dan tepat tanpa harus menghabiskan biaya dan waktu dengan sia-sia.



Kamis, 28 Juni 2012

PENGERTIAN PROFESI

Pengertian profesi sudah banyak orang yang mengetahuinya, dimana hal tersebut berkaitan dengan pengaruh yang besar terhadap suatu bidang, misalnya dalam bidang  pendidikan maupun dalam bidang ke ahlian yang bertujuan agar semua orang dapat bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Suatu keahlian bisa di katakana sebuah profesi jika terdapat suatu teori  secara sistematis  yang di dasari dengan adanya pelaksanaan praktek dalam penerapannya. Untuk saat ini istilah profesi hanya di kenal pada bidang kedokteran, guru, militer, pengacara, dan semacamnya. Tetapi karena perkembangan jaman yang meluas seorang yang bekerja di bidang manajer, wartawan, pelukis, penyanyi, artis, sekretasris dan sebagainya juga dapat di katakan suatu profesi.
menurut DE GEORGE terdapat pengertian profesi dan  professional dimana pengertian Profesi tersebut merupakan pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan
nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. Sedangkan Profesional adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi.


Pengertian Etika


Etika profesi adalah sikap etis sebagai bagian integral dari sikap hidup dalam menjalankan kehidupan sebagai pengemban profesi. Untuk menerapkan kehidupan manusia untuk tingkah laku yang telah dilakukakan. Etika profesi adalah cabang filsafat yang mempelajari penerapan prinsip-prinsip moral dasar atau norma-norma etis umum pada bidang-bidang khusus (profesi) kehidupan manusia.
  • Etika Profesi adalah konsep etika yang ditetapkan atau disepakati pada tatanan profesi atau lingkup kerja tertentu, contoh : pers dan jurnalistik, engineering (rekayasa), science, medis/dokter, dan sebagainya.
  • Etika profesi Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sehingga sangatlah perlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen (klien atau objek).
  • Etika profesi adalah sebagai sikap hidup untuk memenuhi kebutuhan pelayanan profesional dari klien dengan keterlibatan dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka kewajiban masyarakat sebagai keseluruhan terhadap para anggota masyarakat yang membutuhkannya dengan disertai refleksi yang seksama.
  • Etika adalah ajaran (normatif) dan pengetahuan (positif) tentang yang baik dan yang buruk, menjadi tuntutan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Etika (Yunani Kuno: “ethikos”, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
  • Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal. Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai norma dan moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.

Jumat, 06 April 2012

ASPEK BISNIS DI BIDANG KONSULTAN ENGINEERING

ASPEK

Manajemen dalam perusahaan yang mencakup aspek Operasional, Marketing, Keuangan, SDM, Tekhnologi, serta didukung adanya pemahaman yang memadai mengenai prosedur Hukum, memiliki peran yang sama besar dan saling terkait untuk mencapai sebuah sinergi, yaitu pengembangan usaha yang optimal.
  • Studi Kelayakan Bisnis Ritel (Retail Feasibility Study)Sebagai tahap awal, akan dilakukan penelitian pasar (market research) dan studi kelayakan usaha (feasibility study) untuk menemukan data-data yang akan dipergunakan dalam mengidentifikasikan potensi dan masalah yang akan dihadapi. Di dalam feasibility study ini akan dibahas mengenai aspek-aspek penting dalam bisnis ritel seperti aspek lokasi, aspek supply chain, aspek pemasaran, aspek keuangan, aspek manajemen dan organisasi, aspek sdm dll.
  • Perencanaan Bisnis Ritel (Retail Business Plan)Data yang diperoleh menjadi dasar pengambilan keputusan untuk menyiapkan rencana program pengembangan bisnis ritel klien (Retail Business Plan). yang sesuai dengan kebutuhan usaha klien.
  • Pengembangan dan Pembinaan Usaha Ritel (Retail Business Development)
 a.Sistem ManajemenMencakup dukungan dalam berbagai aspek manajemen, meliputi:

  1. Manajemen Operasional Ritel (Retail Operation Management), meliputi :Pengelolaan Operational Toko (Store Operation), Barang Dagangan (Merchandise Management), Membangun Team (Build a Team Work), dan Pelayanan Konsumen (Customer Service).
  2. Manajemen Pemasaran Ritel(Retail Marketing Management), meliputi:Perencanaan dan Penyusunan Strategi Pemasaran dan Promosi Toko (Store Marketing and Promotion Strategic).
  3. Manajemen Sumber Daya Manusia (Retail Human Resources Management), meliputi:Seleksi Karyawan (Recruitment) dan Pelatihan (Training) bagi karyawan di level operasional maupun manajerial sesuai dengan fungsi kerjanya.
  4. Informasi Manajemen Retail (Retail Management Information),Dukungan penyediaan aplikasi program siap pakai, yang dapat menciptakan otomatisasi dalam perusahaan.

b.Sistem Pendukungi.TeknologiPerancangan design dan pengadaan teknologi pendukung ritel (Retail Support Technology)ii.Perjanjian Ritel (Retail Agreement) serta konsultasi Penanganan Konflik (Retail Conflict)

SUMBER:http://www.asprosbinareka.com/

ASPEK BISNIS DI BIDANG PRODUKSI DAN DESAIN

Aspek Produksi


adalah sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi barang dan jasa. Dimana faktor produksi dibagi menjadi empat kelompok, yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan kewirausahaan
Karna semakin berkembang faktor sumber daya alam diperluas cakupannya menjadi seluruh benda, baik langsung dari alam maupun tidak, yang digunakan oleh perusahaan, yang kemudian disebut sebagai faktor fisik (physical resources). 
Selain itu, beberapa ahli juga menganggap sumber daya informasi sebagai sebuah faktor produksi mengingat semakin pentingnya peran informasi di era globalisasi ini.(Griffin R: 2006) Secara total, saat ini ada lima hal yang dianggap sebagai faktor produksi, yaitu tenaga kerja (labor), modal (capital), sumber daya fisik (physical resources), kewirausahaan (entrepreneurship), dan sumber daya informasi (information resources).
  •  Tenaga kerja
Tenaga kerja dapat dikelompokan berdasarkan kualitas (kemampuan dan keahlian) yang berdasarkan sifat kerjanya dan juga mencakup waktu yang dipergunakan oleh pekerja dalam suatu proses produksi, kontribusi fisik maupun intelektualnya sesuai dengan kualifikasinya, yaitu tenaga kerja terdidik, tenaga kerja trampil, atau tenaga kerja tidak terdidik.
Berdasarkan sifat kerjanya, tenaga kerja dibagi menjadi tenaga kerja rohani dan tenaga kerja jasmani. Tenaga kerja rohani adalah tenaga kerja yang menggunakan pikiran, rasa, dan karsa. Misalnya guru, editor, konsultan, dan pengacara. 
Sementara itu, tenaga kerja jasmani adalah tenaga kerja yang menggunakan kekuatan fisik dalam kegiatan produksi. Misalnya tukang las, pengayuh becak, dan sopir.

  •  Modal
yang dimaksud dengan modal disini ialah barang atau peralatan yang di gunakan untuk produksi.
misalnya barang-barang tahan lama (barang modal) disebut juga modal konkret yang meliputi: berbagai mesin, peralatan kerja, bangunan dan sarananya serta (data processing) computer; dapat juga berbentuk abstrak seperti hak paten, nama baik (goodwill, dan hak merek dagang).  Sumber utama modal bisa berupa investasi pribadi yang berasal dari pengusaha individu, mitra bisnis atau investor pembeli saham yang bersangkutan.

  • Kewirausahaan  

merupakan individu/seseorang yang dapat untuk  melihat sebuah peluang dan bisa untuk bertanggung jawab dan menerima segala resiko, yang timbul dari penciptaan dan pengoprasian usaha bisnisnya.

Disain Produk

Tahapan ini memperhatikan terhadap pisik produk baru. Proses disain produk pada tahapan ini berkaitan dengan pengembangan disain terbaik dari ide produk baru. Jika disain awal ini disetujui, dapat dibuat sebuah atau beberapa prototype untuk pengujian dan nalisis lebih lanjut. Dalam disain awal, banyak sekali dipertimbangkan akan tradeoff antara biaya, kualitas dan performansi produk. Hasilnya merupakan suatu rancangan produk yang memiliki daya saing dalam pasar dan dapat diproduksi. Pegujian prototype bertujuan untuk mengesahkan penampilan pemasaran dan teknis. Satu cara untuk menilai performansi pasar adalah membuat sejumlah prototype yang cukup untuk mendukung uji pasar dari produk baru tersebut. Maksud dari pengujian pasar adalah untuk mengumpulkan data kuantitatif dari tanggapan pelanggan mengenai produk tersebut. Prototipe juga diuji untuk mengetahui performansi teknis produk yang bersangkutan. Selama tahap disain akhir, gambar dan spesifikasi produk dikembangkan. Sesuai dengan hasi pengujian prototype, perubahan-perubahan


Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Faktor_produksi
http://eprints.uny.ac.id/4228/2/Handout_Desain_Produk_Kerajinan.pdf

Peraturan Regulasi Paten

Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya. (UU 14 tahun 2001, ps. 1, ayat 1). Kata paten, berasal dari bahasa inggris patent, yang awalnya berasal dari kata patere yang berarti membuka diri (untuk pemeriksaan publik), dan juga berasal dari istilah letters patent, yaitu surat keputusan yang dikeluarkan kerajaan yang memberikan hak eksklusif kepada individu dan pelaku bisnis tertentu, sistem paten tidak dianggap sebagai hak monopoli.

Pengertian Invensi dan Inventor dalam HUKUM
  • Invensi adalah ide Inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi dapat berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses. (UU 14 tahun 2001, ps. 1, ayat. 2)
  • Inventor adalah seorang yang secara sendiri atau beberapa orang yang secara bersama-sama melaksanakan ide yang dituangkan ke dalam kegiatan yang menghasilkan Invensi. (UU 14 tahun 2001, ps. 1, ayat. 3).
Hak yang dimiliki oleh pemegang Paten

Pemegang hak paten memiliki hak eklusif untuk melaksanakan Paten yang dimilikinya dan melarang orang lain yang tanpa persetujuannya :
a. Dalam hal Paten Produk : membuat, menjual, mengimpor, menyewa, menyerahkan, memakai, menyediakan untuk di jual atau disewakan atau diserahkan produk yang di beri paten.
b. Dalam hal Paten Proses : Menggunakan proses produksi yang diberi Paten untuk membuat barang dan tindakan lainnya sebagaimana yang dimaksud dalam huruf a.
- Pemegang Paten berhak memberikan lisensi kepada orang lain berdasarkan surat perjanjian lisensi.
- Pemegang Paten berhak menggugat ganti rugi melalui pengadilan negeri setempat, kepada siapapun, yang dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam butir 1 di atas.
- Pemegang Paten berhak menuntut orang yang dengan sengaja dan tanpa hak melanggar hak pemegang paten dengan melakukan salah satu tindakan sebagaimana yang dimaksud dalam butir 1 di atas. 

Pengajuan Permohonan Paten

Paten diberikan atas dasar permohonan dan memenuhi persyaratan administratif dan subtantif sebagaimana diatur dalam Undang-undang Paten. 

Sistem First to File

Adalah suatu sistem pemberian Paten yang menganut mekanisme bahwa seseorang yang pertamakali mengajukan permohonan dianggap sebagai pemegang Paten, bila semua persyaratannya dipenuhi.






SUMBER:http://id.wikipedia.org/wiki/Paten
http://legalakses.com/