UUD 1945 & PERUBAHANNYA
• Latar Belakang
Sebelum terjadinya perubahan atau amandemen atas UUD 1945, maka yang dimaksud dengan UUD 1945 ialah keseluruhan naskah yang terdiri dari dan tersusun atas 3 ( tiga ) bagian, yaitu :
1. Bagian Pembukaan, terdiri dari 4 alinea.
2. Bagian Batang Tubuh, terdiri dari 16 Bab, 37 Pasal, 4 Pasal Aturan Peralihan, dan 2 Ayat Aturan Tambahan.
3. Bagian Penjelasan, yang meliputi Penjelasan Umum dan Penjelasan Pasal demi Pasal.
Pada waktu UUD 1945 disahkan oleh PPKI dalam sidangnya tanggal 18 Agustus 1945 baru meliputi Pembukaan dan Batang Tubuh saja, sedangkan Penjelasan belum termasuk di dalamnya. Namun setelah naskah resminya dimuat dan di siarhkan dalam berita Republik Indonesia tanggal 15 Februari 1946. Penjelasan dimaksud telah menjadi bagian daripadanya, sehingga pengertian daripada UUD1954 seperti yang dinyatakan diatas meliputi Pembukaan, Batang Tubuh, dan Penjelasannya.
Adapun yang dimaksud dengan UNdang-UNdang Dasar menurut UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis. Maka sebagai hukum, Udang-Undang dasar itu mengikat, baik bagi pemeritah, setiap lembaga negara dan lembaga mesyarakat, serta mengikat bagi setiap warga Negara Indonesia dimana pun ia berada, maupun bagi setiap penduduk yang ada di wilayah Negara Republuk Indonesia.dan sebagian hukum, UUD itu berisikan norma-norma, aturan-aturan atau ketentuan-ketentuan yang harus dilaksanakan dan ditaati.
A. Pengertian
Undang – Undang Dasar menurut UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis.
Undang-Undang Dasar bukanlah hukum biasa, melainkan 11 hukum dasar, dan sebagai hukum dasar, maka Undang-Undang Dasar itu sendiri merupakan sumber hukum.
Selain daripada Undang-Undang Dasar sebagai hukum Dasar tertulis, masih ada hukum lainnya yang tidak tertulis yaitu yang dalam Penjelasan UUD 1945 dinyatakan sebagai aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktik penye¬lenggaraan negara, meskipun tidak tertulis", yang dikenal dengan sebutan konvensi.
Apabila kita perhatikan isi daripada UUD 1945 bersifat singkat, yakni hanya berisikan sebanyak 37 Pasal, ditambah dengan 4 Pasal Aturan Peralihan, dan 2 Ayat Tambahan. Hal ini akan sangat berbeda apabila dibandingkan dengan UUD negara lain seperti misalnya UUD Philipina, demikian pula bila dibandingkan dengan Konstitusi RIS (1946) dan UUDS (1950). Selain bersifat singkat, UUD 1945 jugs bersifat supel. Sifat singkat dan supel dari UUD 1945 ini dinyatakan dalam Penjelasan, yang memuat alasan-alasan sebagai berikut:
1. UUD sudah cukup apabila memuat aturan-aturan pokok saja, yaitu hanya memuat garis-garis besar sebagai instruk¬si kepada pemerintah pusat dan lain-lain penyelenggara negara untuk menyelenggarakan kehidupan negara dan kesejahteraan sosial. Sedangkan aturan-aturan yang me¬nyelenggarakan aturan-aturan pokok tersebut diserahkan kepada undang-undang yang lebih mudah caranya mem¬hat, mengubah, dan mencabut.
2. Masyarakat dan negara Indonesia masih harus berkembang dan hidup secara dinamis, karena itu harus melihat segala gerak-gerik kehidupan masyarakat dan negara Indonesia, tidak perlu tergesa-gesa dalam memberikan kristalisasi, dan bentuk ( Gestaltung ) kepada pikiran-pikiran yang masih mudah berubah.
3. Sifat dari aturan yang tertulis itu mengikat, karena itu makin supel (elastis) sifat aturan itu akan makin baik, dan harus dijaga agar system UUD jangan sampai ketinggalan zaman.
Selain daripada penjelasan UUD 1945 juga menakankan pentingnya semangat dari para penyelenggara Negara dan pemimipin pemerintahan, karena meskipun di buat UUD yang menurut kata-katanya bersifat kekeluargaan namun apabila semangat para penyelenggara dan pimpinananya bersifat perorangan, UUD tadi tentu tidak akan ada artinya dalam praktik.sebaliknya meskipun UUD itu tidak sempurna , apabila semangat para penyelenggara pemerintah baik, UUD itu tentu akan merintangi jalannya Negara.
B. Pembukaan UUD 1945
Pembukaan UUD yang terdiri dari 4 alinea itu menjadi sumber motivasi dan aspirasi perjuangan dan tek;id kinp..i Indonesia, yang merupakan sumber dari cita hukum dan ciri moral yang ingin ditegakkan, balk dalam lingkungan nasional maupun dalam hubungannya dengan pergaulan bangsa-bangsa di dunia.
Tiap-tiap alinea dan kata-katanya mengandung arti dan makna yang sangat dalam, serta mengandung nilai-nilai universal dan lestari. Dikatakan mengandung nilai universal, karena mengandung nilai yang dijunjung tinggi oleh bangsa-bangsa beradap diseluruh muka bumi, sedangkan dikatakan nilai Iestari, kiirvna mampu menampung dinamika masyarakat, dan akan tetap di landasan perjuangan bangsa dan negara, selama bangsa Indonesia tetap setia kepada Negara Proklamasi 17 Agustus 1945.
• . Makna Tiap-tiap Alinea Pembukaan
a. Alinea Pertama Berbunyi:
"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala hangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas du¬nia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri¬kemanusiaan dan perikeadilan".
Hal ini menunjukkan keteguhan dan kuatnya pendirian bangsa Indonesia menghadapi masalah kemerdekaan me¬lawan penjajah. Dengan pernyataan itu bukan saja bangsa Indonesia bertekad untuk merdeka tetapi juga akan tetap herdin th barisan paling depan untuk menentang dan meng-hapus penjajahan di atas dunia.
'Alinea ini mengungkapkan suatu dalil obyektif, yaitu bahwa penjajahan tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan, sehingga harus ditentang dan dihapuskan agar semua bangsa di dunia dapat menjalankan hak kemerde¬kannya yang merupakan hak asasinya. Di sinilah letak moral luhur dari pernyataan kemerdekaan Indonesia.
Selain daripada itu alinea ini juga mengandung suatu pernyataan subyektif, yaitu aspirasi bangsa Indonesia sendiri untuk membebaskan diri dari penjajahan.
b. Alinea Kedua Berbunyi:
"Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang, merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur".
”Alines ini menunjukkan adanya ketepatan dan ketajaman penilaian, yaitu:
1) Bahwa perjuangan pergerakan di Indonesia telah sampai pada tingkat yang menentukan;
2) Bahwa momentum yang telah dicapai tersebut harus dimanfaatkan untuk menyatakan kemerdekaan;
3) Bahwa kemerdekaan tersebut bukan merupakan tujuan akhir tetapi masih harus diisi dengan mewujudkan Negara Indonesia yang merdeka.
c. Alinea Ketiga Berbunyi:
"Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan Iuhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menya¬takan dengan ini kemerdekaannya".
Hal ini bukan saja menegaskan kembali apa yang menjadi motivasi riil dan materiiI bangsa Indonesia untuk me¬nyatakan kemerdekaannya, tetapi juga menjadi keyakinan/ kepercayaannya, menjadi motivasi spiritualnya, bahwa mak¬sud dan tindakannya menyatakan kemerdekaan itu diber¬kati oleh Allah Yang Maha Kuasa. Dengan ini digambarkan bahwa bangsa Indonesia mendambakan kehidupan yang bakesinambungan, antara kehidupan materiil dan spirituil, antara kehidupan di dunia dan di akhirat.
Alinea ini memuat motivasi spirituil yang luhur sertau pengukuhan dari proklamasi kemerdekaan. Dan alines Ini juga menunjukkan ketakwaan bangsa Indonesia terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Berkat ridho-Nyalah bangsa Indone¬sia berhasil dalam perjuangan mencapai kemerdekaan.
d. Mimi Keempat Berbunyi:
“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu peme¬tintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia untuk memajukan kesejahteraan umum, mencer¬daskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan kedamaian yang yang berdasarkan kemerdekaan, kedamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terben¬tuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berclasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakvatan yang dipim¬pin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarat¬an/perwakilan, serta dengan mewujudkan keadilan so¬sial bagi seluruh rakyat Indonesia'
Selasa, 22 Maret 2011
PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA
BAB III
PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA
A. PENGANTAR
Nilai, norma, dan moral adalah konsep-konsep yang saling berkaitan. Dalam hubungannya dengan Pancasila maka ketiganya akan memberikan pemahaman yang saling menglengkapi sebagai sistem etika.
Pancasila sebagai suatu system filsafat pada hakikatnya merupakan suatu nilai yang menjadi sumber dari segala penjabaran norma baik norma hukum, norma moral maupun norma kenegaran lainnya. Di samping itu, terkandung juga pemikiran-pemikiran yang bersifat kritis,mendasar, rasional, sistematis dan komprehensif. Oleh karena itu, suatu pemikiran filsafat adalah suatu nilai-nilai yang bersifat medasar yang memberikan landasan bagi manusia dalam hidup bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa.
Nilai-nilai tersebut dijabarkan dalam kehidupan yang bersifat praksis atau kehidupan nyata dalam masyarakat, bangsa dan Negara maka diwujudkan dalam norma-norma yang kemudian menjada pedoman. Norma-norma itu meliputi:
1. Norma Moral
Yang berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut baik maupun buruk, sopan atau tidak sopan, susila atau tidak susila.
2. Norma Hukum
Suatu system peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam suatu tempat dan waktu tertentu dalam pengertian ini peraturan hukum. Dalam pengertian itulah Pancasila berkedudukan sebagai sumber hukum.
Dengan demikian, pancasila pada hakikatnya bukan merupakan suatu pedoman yang langsung bersifat normatif ataupun praksis melainkan merupakan suatu system nilai-nilai etika yang merupakan sumber norma.
B. PENGERTIAN NILAI, NORMA DAN MORAL
1. Pengertian Nilai
Nilai (value) adalah kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Sifat dari suatu benda yang memyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok. Jadi nilai itu pada hakikatnya adalah sifat dan kualitas yang melekat pada suatu obyeknya. Dengan demikian, maka nilai itu adalah suatu kenyataan yang tersembunyi di balik kenyataan-kenyataan lainnya.
Menilai berarti menimbang, suatu kegiatan manusia untuk menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain kemudian untuk selanjutnya diambil keputusan. Keputusan itu adalah suatu nilai yang dapat menyatakan berguna atau tidak berguna, benar atau tidak benar, baik atau tidak baik, dan seterusnya. Penilaian itu pastilah berhubungan dengan unsure indrawi manusia sebagai subjek penilai, yaitu unsur jasmani, rohani, akal, rasa, karsa, dan kepercayaan.
C. PANCASILA SEBAGAI NILAI FUNDAMENTAL BAGI BANGSA DAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
1. Dasar Filosofis
Pancasila sebagai dasar filsafat Negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai yang bersifat sistematis. Oleh karena itu sila-sila pancasila merupakan suatu kesatuan yang bulat, hirarkis dan sistematis. Dalam pengertian itu maka pancasila merupakan suatu system filsafat sehingga kelima silanya memiliki esensi makna yang utuh.
Dasar pemikiran filosofisnya adalah sebagai berikut : Pancasila sebagai filsafat bangsa dan Negara Republik Indonesia mempunyai makna bahwa dalam setiap aspek kehidupan kebangsaa, kemasyarakatan serta kenegaraan harus berdasarkan nilai-nilai Keutuhan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyataan dan Keadilan. Titik tolak pandangan itu Negara adalah suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan manusia.
2. Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Nilai Fundamental Negara
Nilai-nilai Pancasila bersifat universal yang memperlihatkan nafas humanisme. Oleh karena itu, Pancasila dapat dengan mudah diterima oleh siapa saja. Meskipun pancasila mempunyai nilai universal tetapi tidak begitu saja dengan mudah diterima oleh semua bangsa. Perbedaan terletak pada fakta sejarah bahwa nilai Pancasila secara sadar dirangkai dan disahkan menjadi satu kesatuan yang berfungsi sebagai basis pelilaku politik dan sikap moral bangsa. Dengan kata lain, bahwa Pancasila milik khas bangsa Indonesia dan sekaligus menjadi identitas bangsa berkat legimitasi moral dan budaya bangsa Indonesia.
3. Makna Nilai-Nilai Setiap Pancasila
Pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan negara Republik Indonesia. Merupakan nilai yang tidak dapat dipisah-pisahkan dengan masing-masing silanya. Hal ini dikarenakan apabila dilihat satu per satu dari masing-masing sila, dapat saja ditemukan dalam kehidupan bangsa lain. Makna Pancasila terletak pada nilai-nilai dari masing-masing sila sebagai satu kesatuan yang tidak dapat diputarbalikkan letak dan susunanya. Namun demikian, untuk lebih memahami nilai-nilai yang terkandung dalam masing-masing sila Pancasila, maka berikut ini kita uraikan :
a. Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini nilai-nilainya meliputi dan menjiwai keempat sila lainnya. Dalam sila ini terkandung nilai bahwa Negara yang didirikan adalah pengejawantahan tujuan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa.
PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA
A. PENGANTAR
Nilai, norma, dan moral adalah konsep-konsep yang saling berkaitan. Dalam hubungannya dengan Pancasila maka ketiganya akan memberikan pemahaman yang saling menglengkapi sebagai sistem etika.
Pancasila sebagai suatu system filsafat pada hakikatnya merupakan suatu nilai yang menjadi sumber dari segala penjabaran norma baik norma hukum, norma moral maupun norma kenegaran lainnya. Di samping itu, terkandung juga pemikiran-pemikiran yang bersifat kritis,mendasar, rasional, sistematis dan komprehensif. Oleh karena itu, suatu pemikiran filsafat adalah suatu nilai-nilai yang bersifat medasar yang memberikan landasan bagi manusia dalam hidup bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa.
Nilai-nilai tersebut dijabarkan dalam kehidupan yang bersifat praksis atau kehidupan nyata dalam masyarakat, bangsa dan Negara maka diwujudkan dalam norma-norma yang kemudian menjada pedoman. Norma-norma itu meliputi:
1. Norma Moral
Yang berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut baik maupun buruk, sopan atau tidak sopan, susila atau tidak susila.
2. Norma Hukum
Suatu system peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam suatu tempat dan waktu tertentu dalam pengertian ini peraturan hukum. Dalam pengertian itulah Pancasila berkedudukan sebagai sumber hukum.
Dengan demikian, pancasila pada hakikatnya bukan merupakan suatu pedoman yang langsung bersifat normatif ataupun praksis melainkan merupakan suatu system nilai-nilai etika yang merupakan sumber norma.
B. PENGERTIAN NILAI, NORMA DAN MORAL
1. Pengertian Nilai
Nilai (value) adalah kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Sifat dari suatu benda yang memyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok. Jadi nilai itu pada hakikatnya adalah sifat dan kualitas yang melekat pada suatu obyeknya. Dengan demikian, maka nilai itu adalah suatu kenyataan yang tersembunyi di balik kenyataan-kenyataan lainnya.
Menilai berarti menimbang, suatu kegiatan manusia untuk menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain kemudian untuk selanjutnya diambil keputusan. Keputusan itu adalah suatu nilai yang dapat menyatakan berguna atau tidak berguna, benar atau tidak benar, baik atau tidak baik, dan seterusnya. Penilaian itu pastilah berhubungan dengan unsure indrawi manusia sebagai subjek penilai, yaitu unsur jasmani, rohani, akal, rasa, karsa, dan kepercayaan.
C. PANCASILA SEBAGAI NILAI FUNDAMENTAL BAGI BANGSA DAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
1. Dasar Filosofis
Pancasila sebagai dasar filsafat Negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai yang bersifat sistematis. Oleh karena itu sila-sila pancasila merupakan suatu kesatuan yang bulat, hirarkis dan sistematis. Dalam pengertian itu maka pancasila merupakan suatu system filsafat sehingga kelima silanya memiliki esensi makna yang utuh.
Dasar pemikiran filosofisnya adalah sebagai berikut : Pancasila sebagai filsafat bangsa dan Negara Republik Indonesia mempunyai makna bahwa dalam setiap aspek kehidupan kebangsaa, kemasyarakatan serta kenegaraan harus berdasarkan nilai-nilai Keutuhan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyataan dan Keadilan. Titik tolak pandangan itu Negara adalah suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan manusia.
2. Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Nilai Fundamental Negara
Nilai-nilai Pancasila bersifat universal yang memperlihatkan nafas humanisme. Oleh karena itu, Pancasila dapat dengan mudah diterima oleh siapa saja. Meskipun pancasila mempunyai nilai universal tetapi tidak begitu saja dengan mudah diterima oleh semua bangsa. Perbedaan terletak pada fakta sejarah bahwa nilai Pancasila secara sadar dirangkai dan disahkan menjadi satu kesatuan yang berfungsi sebagai basis pelilaku politik dan sikap moral bangsa. Dengan kata lain, bahwa Pancasila milik khas bangsa Indonesia dan sekaligus menjadi identitas bangsa berkat legimitasi moral dan budaya bangsa Indonesia.
3. Makna Nilai-Nilai Setiap Pancasila
Pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan negara Republik Indonesia. Merupakan nilai yang tidak dapat dipisah-pisahkan dengan masing-masing silanya. Hal ini dikarenakan apabila dilihat satu per satu dari masing-masing sila, dapat saja ditemukan dalam kehidupan bangsa lain. Makna Pancasila terletak pada nilai-nilai dari masing-masing sila sebagai satu kesatuan yang tidak dapat diputarbalikkan letak dan susunanya. Namun demikian, untuk lebih memahami nilai-nilai yang terkandung dalam masing-masing sila Pancasila, maka berikut ini kita uraikan :
a. Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini nilai-nilainya meliputi dan menjiwai keempat sila lainnya. Dalam sila ini terkandung nilai bahwa Negara yang didirikan adalah pengejawantahan tujuan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa.
Rabu, 26 Januari 2011
Mobil Super Irit
Mobil Super Irit 1 Liter 111 Km
Volkswagen AG memperkenalkan mobil konsep super-irit atau disebut Super Efficient Vehicle (SEV) XL1, bukan di pameran mobil di Detroit (Amerika Serikat) atau di Geneva (Swiss) Maret mendatang, sebagai kiblat industri otomotif dunia, melainkan di pameran internasional perdana Uni Emirat Arab, Qatar Motor Show 26-29 Januari 2011.
XL1 merupakan hasil pengembangan dari dua model sebelumnya. Model pertama dibuat pada 2002 disebut 1-Litre menggunakan mesin diesel berkapasitas 300 cc dengan tenaga 8,5PS. Dimensinya pun jauh lebih kecil, seperti panjangnya yang 3.470 mm lebih pendek 318 mm dari XL1.
Model kedua, dilanjutkan pada 2009 dengan nama L1. Bentuk masih mirip, hanya lebih panjang menjadi 3.813 mm, tapi lebarnya yang 1.200 mm masih kalah sama 1-Litre yang 1.250mm. Teknologinya beda, yang satu ini mengusung Hybrid plug-in. Jadi, mesin diesel berkapasitas 800 cc (39PS) dipadukan dengan motor listrik 10 kW.
Sementara generasi ketiga dinamakan XL1, tetap dengan mesin diesel 800cc dua silinder TDi bertenaga 48 PS dan hybrid plug-in. Hanya motor listriknya 20KW (27PS). Disebut super-irit karena dengan konsumsi bahan bakar 0,9 liter bisa menempuh jarak 100 km atau 1 liter untuk 111,1 km.
Dari segi dimensi, XL1 paling bongsor (3.888 x 1.665 x 1.156mm) dengan pintu model gunting (gullwing). Mobil dilengkapi pembatas kecepatan (speed limter) 159,3 km (99 mph). Akselerasi 0-100 km per jam dicapai dalam 11,9 detik. Trus, motor listrik hanya bisa dibesut sampai 35 km per jam.
VW mengaku tak akan memproduksi XL1 secara massal dan tetap menjaganya sebagai model ekperimental. Tapi, sebenarnya teknologi yang diboyong XL1 tak baru-baru amat, dan sangat mungkin diproduksi massal. Kita lihat saja langkah selanjutnya!
Semakin jaman berkembang semakin teknologi terus maju : seperti Mobil Super Irit 1 Liter 111 Km yang mempunyai konsep super-irit.
Ya mudah-mudahan teknologi indonesia juga bisa seperti pada Negara-negara yang telah mampu membuat Mobil Super Irit.
Aminnn
Volkswagen AG memperkenalkan mobil konsep super-irit atau disebut Super Efficient Vehicle (SEV) XL1, bukan di pameran mobil di Detroit (Amerika Serikat) atau di Geneva (Swiss) Maret mendatang, sebagai kiblat industri otomotif dunia, melainkan di pameran internasional perdana Uni Emirat Arab, Qatar Motor Show 26-29 Januari 2011.
XL1 merupakan hasil pengembangan dari dua model sebelumnya. Model pertama dibuat pada 2002 disebut 1-Litre menggunakan mesin diesel berkapasitas 300 cc dengan tenaga 8,5PS. Dimensinya pun jauh lebih kecil, seperti panjangnya yang 3.470 mm lebih pendek 318 mm dari XL1.
Model kedua, dilanjutkan pada 2009 dengan nama L1. Bentuk masih mirip, hanya lebih panjang menjadi 3.813 mm, tapi lebarnya yang 1.200 mm masih kalah sama 1-Litre yang 1.250mm. Teknologinya beda, yang satu ini mengusung Hybrid plug-in. Jadi, mesin diesel berkapasitas 800 cc (39PS) dipadukan dengan motor listrik 10 kW.
Sementara generasi ketiga dinamakan XL1, tetap dengan mesin diesel 800cc dua silinder TDi bertenaga 48 PS dan hybrid plug-in. Hanya motor listriknya 20KW (27PS). Disebut super-irit karena dengan konsumsi bahan bakar 0,9 liter bisa menempuh jarak 100 km atau 1 liter untuk 111,1 km.
Dari segi dimensi, XL1 paling bongsor (3.888 x 1.665 x 1.156mm) dengan pintu model gunting (gullwing). Mobil dilengkapi pembatas kecepatan (speed limter) 159,3 km (99 mph). Akselerasi 0-100 km per jam dicapai dalam 11,9 detik. Trus, motor listrik hanya bisa dibesut sampai 35 km per jam.
VW mengaku tak akan memproduksi XL1 secara massal dan tetap menjaganya sebagai model ekperimental. Tapi, sebenarnya teknologi yang diboyong XL1 tak baru-baru amat, dan sangat mungkin diproduksi massal. Kita lihat saja langkah selanjutnya!
Semakin jaman berkembang semakin teknologi terus maju : seperti Mobil Super Irit 1 Liter 111 Km yang mempunyai konsep super-irit.
Ya mudah-mudahan teknologi indonesia juga bisa seperti pada Negara-negara yang telah mampu membuat Mobil Super Irit.
Aminnn
Rabu, 19 Januari 2011
SISTEM INFORMASI LINUX
SISTEM OPERASI LINUX
SEJARAH LINUX
• Awalnya dibuat oleh mahasiswa Finladia yang bernama : Linus Tovalds
• Inspirasi dari MINIX yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum.
• Agustus 1991 keluar LINUX versi 0.01
• 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi LINUX yaitu versi 0.02 yang hanya dapat dijalankan SHELL BASH (GNU Bourne Again Shell) dan GCC (GNU C compiler).
• Saat ini LINUX adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan software, dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari.
• LINUX bisa diperoleh dalam berbagai distribusi (sering disebut DISTRO).
• DISTRO adalah bundel dari kernel LINUX, beserta sistem dasar LINUX, program instalasi, tools basic dan program-program lain yang bermanfaat sesuai dengan tujuan pembuatan DISTRO.
Ada beberapa Distro Linux, diantaranya :
• RedHat ; distribusi yang paling populer. Merupakan distribusi pertama yang diinstalasi dan pengoperasiannya mudah.
• Debian ; distribusi yang mengutamakan kestabilan dan kehandalan mengorbankan aspek kemudahan dan kemutakhiran program.
• Slackware ; merupakan distribusi yang pernah merajai dunia LINUX. Pada distro slackware, semua isinya adalah sudah teruji dan dianjurkan untuk menginstal dari source sehingga setiap program yang diinstall teroptimasi dengan sistem.
• SuSe ; merupakan distribusi pertama yang instalasinya dapat menggunakan bahasa Indonesia.
• Mandrake ; merupakan varian distro RedHAt yang dioptimasi untuk pentium
• WinLinux ; distro yang dirancang untuk diinstall diatas partisi DOS (WINDOWS). WinLinux dibuat seakan-akan merupakan suatu program aplikasi under windows.
• Dan masih banyak lagi; misalnya Ubuntu
REDIRECTION
Redirection adalah suatu fasilitas shell yang memungkinkan hasil suatu perintah yang normalnya ke layar dipindahkan ke disk atau file.
Tiga jenis pengalihan arah; yaitu :
1. Pengalihan arah keluaran (output direction)
2. Pengalihan arah pesan kesalahan (error direction)
3. pengalihan arah masukan (input direction)
FILE DESCRIPTOR
Tiga buah file Descriptor standart selalu diciptakan oleh proses :
a. 0 = keyboard (standart input)
b. 1 = layar (standart output)
c. 2 = layar (standart output)
OUTPUT DIRECTION
• Keluaran dari suatu perintah dikirimkan ke piranti yang disebut standard output
• Pengalihan arah keluaran dilakukan dengan menggunakan simbol > dan >>
SIMBOL KETERANGAN
> Bila file belum ada, file akan diciptakan.
Bila file sudah ada, isinya akan dihapus dan digantikan dengan keluaran dari perintah.
>> Bila file belum ada, file akan diciptakan.
Bila file sudah ada, keluaran dari perintah akan ditambahkan sesudah isi semula dari file tersebut.
Contoh :
$ cat file1 > file2
→ isi file2 akan berisi sama dengan file1
$ cat file3 >> file2
→ isi file2 akan berisi sesuai dengan isi semula ditambah isi file3
$ cat file1 file2 file3 file4 > file5
→ file berisi gabungan file1, file2, file3, dan file4.
ERROR REDIRECTION
• Suatu pesan kesalahan dikirim ke piranti yang disebut standard error
• Standard error juga dapat dialihkan ke piranti lain.
• Proses pengalihannya disebut error redirection
Contoh :
$ ls-l warna > warnaku2 > salah
$ cat warnaku2
- r w – r - - r - - 1 root root 1403 Mar 7 14 : 14
$ cat salah
Ls : warna : no such file
INPUT REDIRECTION
• Suatu pengalihan arah yang dikenakan terhadap standard input disebut input redirection
• Simbol < digunakan sebagai simbol pengalihan arah masukan
• Contoh ; perintah untuk melakukan operasi aritmatika yang membaca data dari standard input :
$ bc
7 + 5
12
Pemakai bisa mengatur agar perintha bc tidak membaca data dari keyboard melainkan membaca data dari file.
$ cat hitung.txt
7 + 5
$ bc < hitung.txt
12
PIPELINE
• Pipa adalah fasilitas yang memungkinkan untuk mengalihkan keluaran dari suatu perintah (standard ouput) menjadi masukan bagi perintah lain.
• Pipeline (baris pipa) merupakan baris yang melibatkan simbol pipa ( | )
$ who | sort | wc
→ baris pipa di atas menghasilkan : Keluaran who menjadi masukan bagi sort
Keluaran sort menjadi masukan bagi wc
FILTER
• Merupakan perintah/program yang membaca data dari standard input dan memberikan hasil ke standard output.
• Perintah yang bertindak sebagai filter yaitu :
a. wc d. nl g. short
b. head e. cat h. more
c. tail f. grep i. tr
a. wc ; merupakan program filter yang berguna untuk menghitung kata (-w), karakter (-c), dan baris (-l)
Contoh :
b. Head
• Memperoleh sejumlah baris dimulai dari baris yang pertama
• Format : head -[jumlah] [namafile]
• Contoh :
$ cat warna.txt
Merah
Kuning
Hijau
Biru
Ungu
Orange
Jingga
Hitam
c. Tail
• Untuk memperoleh sejumlah baris yang terakhir dari suatu file
• Format : tail ±[n] [namafile]
Dengan +n : ke-n hingga terakhir
-n : n buah yang terakhir
d. nl ; digunakan untuk menambahkan nomor baris terhadap suatu data.
$ wc
Saya sedang belajar LINUX tentang filter yaitu wc
^d
2 4 48
Ket. :
2 : baris
8 : kata
48 : karakter
$ cat warna.txt
merah kuning
hijau biru
orange
^d
$ wc-l warna.txt ↵
3 warna.txt
$ wc-w
7 warna.txt
$ head -3 warna.txt ↵
Merah
Kuning
Hijau
$ tail +6 warna.txt ↵
Orange
Jingga
Hitam
$ tail -5 warna.txt
Biru
Ungu
Orange
Jingga
Hitam
$ tail +6 warna.txt | nl
1. Orange
2. Jingga
3.Hitam
d. nl ; digunakan untuk menambahkan nomor baris terhadap suatu data.
e. Grep (Globally search for regular expression and print them)
• Berguna untuk memperoleh semua baris dari suatu file yang mengandung string tertentu.
• Format : grep [pilihan] pola [namafile]
Pilihan :
o –c : hanya menampilkan jumlah baris
o –l : hanya menampilkan nama berkas
o –h : nama berkas tidak ikut dilampirkan
o –n : nomor baris yang ditampilkan
o –v : baris yang tidak cocok ditampilkan.
$ grep wanita karyawan.dat
Cantika : wanita : Bogor : 2003
Donita : wanita : Jakarta : 1979
$ grep pria karyawan.dat pegawai.dat
Karyawan.dat : Leo : pria : Jakarta : 1995
Karyawan.dat : Yudi : pria : Bandung : 1999
Pegawai.dat : Zaenal : pria : Cirebon
Pegawai.dat : Ronald : Pria : Bogor
$ grep –h pria karyawan.dat pegawai.dat
Leo : pria : Jakarta : 1995
Yudi : pria : Bandung : 1999
Zaenal : pria : Cirebon
Ronald : Pria : Bogor
REGULAR EXPRESSION
• Ungkapan yang mengandung karakter-karakter yang mempunyai makna khusus.
• Simbol-simbol yang digunakan dalam Regular Expression :
No Simbol Arti Contoh Hasil
1. • Sembarang karakter tunggal E•a Ela
Ema
2. * Nol, satu atau beberapa karakter yang ada di depan tanda a*m am
aim
apel
3. [••] Sembarang karakter yang terletak
di dalam [ ] [eo]fi efi
ofi
4. [^••] Sembarang karakter selain yang terletak sesudah ^ di dalam [ ] [^Bb]us Fus
Gus
Kus
5. ^ Di awal baris ^Pagi Pagi ini...
6. $ Akhir baris Pagi$ ...pagi
Contoh :
$ cat teman.dat
Lintang
Andika
Abraham
Cyndi
Zaenal
Anna
Melani
Fitriani
Bidun
Kartini
$ grep ‘ani$’ teman.dat → mencari teman yang berakhiran ‘ani’
Melani
Fitriani
$ grep ‘^[k••z]’ teman.dat → mencari teman yang berawalan k sampai z
Lintang
Zaenal
Melani
Kartini
$ grep ‘^••••$’ teman.dat → mencari teman yang hanya terdiri dari 4 karakter
Anna
$ grep ‘tang$’ teman.dat → mencari .......
SEJARAH LINUX
• Awalnya dibuat oleh mahasiswa Finladia yang bernama : Linus Tovalds
• Inspirasi dari MINIX yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum.
• Agustus 1991 keluar LINUX versi 0.01
• 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi LINUX yaitu versi 0.02 yang hanya dapat dijalankan SHELL BASH (GNU Bourne Again Shell) dan GCC (GNU C compiler).
• Saat ini LINUX adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan software, dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari.
• LINUX bisa diperoleh dalam berbagai distribusi (sering disebut DISTRO).
• DISTRO adalah bundel dari kernel LINUX, beserta sistem dasar LINUX, program instalasi, tools basic dan program-program lain yang bermanfaat sesuai dengan tujuan pembuatan DISTRO.
Ada beberapa Distro Linux, diantaranya :
• RedHat ; distribusi yang paling populer. Merupakan distribusi pertama yang diinstalasi dan pengoperasiannya mudah.
• Debian ; distribusi yang mengutamakan kestabilan dan kehandalan mengorbankan aspek kemudahan dan kemutakhiran program.
• Slackware ; merupakan distribusi yang pernah merajai dunia LINUX. Pada distro slackware, semua isinya adalah sudah teruji dan dianjurkan untuk menginstal dari source sehingga setiap program yang diinstall teroptimasi dengan sistem.
• SuSe ; merupakan distribusi pertama yang instalasinya dapat menggunakan bahasa Indonesia.
• Mandrake ; merupakan varian distro RedHAt yang dioptimasi untuk pentium
• WinLinux ; distro yang dirancang untuk diinstall diatas partisi DOS (WINDOWS). WinLinux dibuat seakan-akan merupakan suatu program aplikasi under windows.
• Dan masih banyak lagi; misalnya Ubuntu
REDIRECTION
Redirection adalah suatu fasilitas shell yang memungkinkan hasil suatu perintah yang normalnya ke layar dipindahkan ke disk atau file.
Tiga jenis pengalihan arah; yaitu :
1. Pengalihan arah keluaran (output direction)
2. Pengalihan arah pesan kesalahan (error direction)
3. pengalihan arah masukan (input direction)
FILE DESCRIPTOR
Tiga buah file Descriptor standart selalu diciptakan oleh proses :
a. 0 = keyboard (standart input)
b. 1 = layar (standart output)
c. 2 = layar (standart output)
OUTPUT DIRECTION
• Keluaran dari suatu perintah dikirimkan ke piranti yang disebut standard output
• Pengalihan arah keluaran dilakukan dengan menggunakan simbol > dan >>
SIMBOL KETERANGAN
> Bila file belum ada, file akan diciptakan.
Bila file sudah ada, isinya akan dihapus dan digantikan dengan keluaran dari perintah.
>> Bila file belum ada, file akan diciptakan.
Bila file sudah ada, keluaran dari perintah akan ditambahkan sesudah isi semula dari file tersebut.
Contoh :
$ cat file1 > file2
→ isi file2 akan berisi sama dengan file1
$ cat file3 >> file2
→ isi file2 akan berisi sesuai dengan isi semula ditambah isi file3
$ cat file1 file2 file3 file4 > file5
→ file berisi gabungan file1, file2, file3, dan file4.
ERROR REDIRECTION
• Suatu pesan kesalahan dikirim ke piranti yang disebut standard error
• Standard error juga dapat dialihkan ke piranti lain.
• Proses pengalihannya disebut error redirection
Contoh :
$ ls-l warna > warnaku2 > salah
$ cat warnaku2
- r w – r - - r - - 1 root root 1403 Mar 7 14 : 14
$ cat salah
Ls : warna : no such file
INPUT REDIRECTION
• Suatu pengalihan arah yang dikenakan terhadap standard input disebut input redirection
• Simbol < digunakan sebagai simbol pengalihan arah masukan
• Contoh ; perintah untuk melakukan operasi aritmatika yang membaca data dari standard input :
$ bc
7 + 5
12
Pemakai bisa mengatur agar perintha bc tidak membaca data dari keyboard melainkan membaca data dari file.
$ cat hitung.txt
7 + 5
$ bc < hitung.txt
12
PIPELINE
• Pipa adalah fasilitas yang memungkinkan untuk mengalihkan keluaran dari suatu perintah (standard ouput) menjadi masukan bagi perintah lain.
• Pipeline (baris pipa) merupakan baris yang melibatkan simbol pipa ( | )
$ who | sort | wc
→ baris pipa di atas menghasilkan : Keluaran who menjadi masukan bagi sort
Keluaran sort menjadi masukan bagi wc
FILTER
• Merupakan perintah/program yang membaca data dari standard input dan memberikan hasil ke standard output.
• Perintah yang bertindak sebagai filter yaitu :
a. wc d. nl g. short
b. head e. cat h. more
c. tail f. grep i. tr
a. wc ; merupakan program filter yang berguna untuk menghitung kata (-w), karakter (-c), dan baris (-l)
Contoh :
b. Head
• Memperoleh sejumlah baris dimulai dari baris yang pertama
• Format : head -[jumlah] [namafile]
• Contoh :
$ cat warna.txt
Merah
Kuning
Hijau
Biru
Ungu
Orange
Jingga
Hitam
c. Tail
• Untuk memperoleh sejumlah baris yang terakhir dari suatu file
• Format : tail ±[n] [namafile]
Dengan +n : ke-n hingga terakhir
-n : n buah yang terakhir
d. nl ; digunakan untuk menambahkan nomor baris terhadap suatu data.
$ wc
Saya sedang belajar LINUX tentang filter yaitu wc
^d
2 4 48
Ket. :
2 : baris
8 : kata
48 : karakter
$ cat warna.txt
merah kuning
hijau biru
orange
^d
$ wc-l warna.txt ↵
3 warna.txt
$ wc-w
7 warna.txt
$ head -3 warna.txt ↵
Merah
Kuning
Hijau
$ tail +6 warna.txt ↵
Orange
Jingga
Hitam
$ tail -5 warna.txt
Biru
Ungu
Orange
Jingga
Hitam
$ tail +6 warna.txt | nl
1. Orange
2. Jingga
3.Hitam
d. nl ; digunakan untuk menambahkan nomor baris terhadap suatu data.
e. Grep (Globally search for regular expression and print them)
• Berguna untuk memperoleh semua baris dari suatu file yang mengandung string tertentu.
• Format : grep [pilihan] pola [namafile]
Pilihan :
o –c : hanya menampilkan jumlah baris
o –l : hanya menampilkan nama berkas
o –h : nama berkas tidak ikut dilampirkan
o –n : nomor baris yang ditampilkan
o –v : baris yang tidak cocok ditampilkan.
$ grep wanita karyawan.dat
Cantika : wanita : Bogor : 2003
Donita : wanita : Jakarta : 1979
$ grep pria karyawan.dat pegawai.dat
Karyawan.dat : Leo : pria : Jakarta : 1995
Karyawan.dat : Yudi : pria : Bandung : 1999
Pegawai.dat : Zaenal : pria : Cirebon
Pegawai.dat : Ronald : Pria : Bogor
$ grep –h pria karyawan.dat pegawai.dat
Leo : pria : Jakarta : 1995
Yudi : pria : Bandung : 1999
Zaenal : pria : Cirebon
Ronald : Pria : Bogor
REGULAR EXPRESSION
• Ungkapan yang mengandung karakter-karakter yang mempunyai makna khusus.
• Simbol-simbol yang digunakan dalam Regular Expression :
No Simbol Arti Contoh Hasil
1. • Sembarang karakter tunggal E•a Ela
Ema
2. * Nol, satu atau beberapa karakter yang ada di depan tanda a*m am
aim
apel
3. [••] Sembarang karakter yang terletak
di dalam [ ] [eo]fi efi
ofi
4. [^••] Sembarang karakter selain yang terletak sesudah ^ di dalam [ ] [^Bb]us Fus
Gus
Kus
5. ^ Di awal baris ^Pagi Pagi ini...
6. $ Akhir baris Pagi$ ...pagi
Contoh :
$ cat teman.dat
Lintang
Andika
Abraham
Cyndi
Zaenal
Anna
Melani
Fitriani
Bidun
Kartini
$ grep ‘ani$’ teman.dat → mencari teman yang berakhiran ‘ani’
Melani
Fitriani
$ grep ‘^[k••z]’ teman.dat → mencari teman yang berawalan k sampai z
Lintang
Zaenal
Melani
Kartini
$ grep ‘^••••$’ teman.dat → mencari teman yang hanya terdiri dari 4 karakter
Anna
$ grep ‘tang$’ teman.dat → mencari .......
Selasa, 21 Desember 2010
Mengenal Cara Kerja Nuklir
Mengenal Cara Kerja Nuklir
Di dalam inti atom tersimpan tenaga inti (nuklir) yang luar biasa besarnya. Tenaga nuklir itu hanya dapat dikeluarkan melalui proses pembakaran bahan bakar nuklir. Proses ini sangat berbeda dengan pembakaran kimia biasa yang umumnya sudah dikenal, seperti pembakaran kayu, minyak dan batubara. Besar energi yang tersimpan (E) di dalam inti atom adalah seperti dirumuskan dalam kesetaraan massa dan energi oleh Albert Einstein : E = m C2, dengan m : massa bahan (kg) dan C = kecepatan cahaya (3 x 108 m/s). Energi nuklir berasal dari perubahan sebagian massa inti dan keluar dalam bentuk panas.
Sejarah pemanfaatan energi nuklir melalui Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dimulai beberapa saat setelah tim yang dipimpin Enrico Fermi berhasil memperoleh reaksi nuklir berantai terkendali yang pertama pada tahun 1942. Reaktor nuklirnya sendiri sangat dirahasiakan dan dibangun di bawah stadion olah raga Universitas Chicago.
Listrik pertama yang dihasilkan dari PLTN terjadi di Idaho, Amerika Serikat, pada tahun 1951. Selanjutnya pada tahun 1954 PLTN skala kecil juga mulai dioperasikan di Rusia. PLTN pertama di dunia yang memenuhi syarat komersial dioperasikan pertama kali pada bulan Oktober 1956 di Calder Hall, Cumberland. Sistim PLTN di Calder Hall ini terdiri atas dua reaktor nuklir yang mampu memproduksi sekitar 80 juta Watt tenaga listrik. Sukses pengoperasian PLTN tersebut telah mengilhami munculnya beberapa PLTN dengan model yang sama di berbagai tempat.
Energi Nuklir
Untuk mendapatkan gambaran tentang besarnya energi yang dapat dilepaskan oleh reaksi nuklir, berikut ini diberikan contoh perhitungan sederhana. Ambil 1 g (0,001 kg) bahan bakar nuklir 235U. Jumlah atom di dalam bahan bakar ini adalah :
N = (1/235) x 6,02 x 1023 = 25,6 x 1020 atom 235U.
Karena setiap proses fisi bahan bakar nuklir 235U disertai dengan pelepasan energi sebesar 200 MeV, maka 1 g 235U yang melakukan reaksi fisi sempurna dapat melepaskan energi sebesar :
E = 25,6 x 1020 (atom) x 200 (MeV/atom) = 51,2 x 1022 MeV
Jika energi tersebut dinyatakan dengan satuan Joule (J), di mana 1 MeV = 1.6 x 10-13 J, maka energi yang dilepaskan menjadi :
E = 51,2 x 1022 (MeV) x 1,6 x 10-13 (J/MeV) = 81,92 x 109 J
Dengan menganggap hanya 30 % dari energi itu dapat diubah menjadi energi listrik, maka energi listrik yang dapat diperoleh dari 1 g 235U adalah :
Elistrik = (30/100) x 81,92 x 109 J = 24,58 x 109 J
Karena 1J = 1 W.s ( E = P.t), maka peralatan elektronik seperti pesawat TV dengan daya (P) 100 W dapat dipenuhi kebutuhan listriknya oleh 1 g 235U selama :
t = Elistrik / P = 24,58 x 109 (J) / 100 (W) = 24,58 x 107 s
Angka 24,58 x 107 sekon (detik) sama lamanya dengan 7,78 tahun terus-menerus tanpa dimatikan. Jika diasumsikan pesawat TV tersebut hanya dinyalakan selama 12 jam/hari, maka energi listrik dari 1 g 235U bisa dipakai untuk mensuplai kebutuhan listrik pesawat TV selama lebih dari 15 tahun.
Proses Kerja Pusat Listrik Tenaga Nuklir
Proses kerja PLTN sebenarnya hampir sama dengan proses kerja pembangkit listrik konvensional seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), yang umumnya sudah dikenal secara luas. Yang membedakan antara dua jenis pembangkit listrik itu adalah sumber panas yang digunakan. PLTN mendapatkan suplai panas dari reaksi nuklir, sedang PLTU mendapatkan suplai panas dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara atau minyak bumi.
Reaktor daya dirancang untuk memproduksi energi listrik melalui PLTN. Reaktor daya hanya memanfaatkan energi panas yang timbul dari reaksi fisi, sedang kelebihan neutron dalam teras reaktor akan dibuang atau diserap menggunakan batang kendali. Karena memanfaatkan panas hasil fisi, maka reaktor daya dirancang berdaya thermal tinggi dari orde ratusan hingga ribuan MW. Proses pemanfaatan panas hasil fisi untuk menghasilkan energi listrik di dalam PLTN adalah sebagai berikut :
• Bahan bakar nuklir melakukan reaksi fisi sehingga dilepaskan energi dalam bentuk panas yang sangat besar.
• Panas hasil reaksi nuklir tersebut dimanfaatkan untuk menguapkan air pendingin, bisa pendingin primer maupun sekunder bergantung pada tipe reaktor nuklir yang digunakan.
• Uap air yang dihasilkan dipakai untuk memutar turbin sehingga dihasilkan energi gerak (kinetik).
• Energi kinetik dari turbin ini selanjutnya dipakai untuk memutar generator sehingga dihasilkan arus listrik.
Jenis-Jenis PLTN
Teknologi PLTN dirancang agar energi nuklir yang terlepas dari proses fisi dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi dalam kehidupan sehari-hari. PLTN merupakan sebuah sistim yang dalam operasinya menggunakan reaktor daya yang berperan sebagai tungku penghasil panas. Dewasa ini ada berbagai jenis PLTN yang beroperasi. Perbedaan tersebut ditandai dengan perbedaan tipe reaktor daya yang digunakannya. Masing-masing jenis PLTN/tipe reaktor daya umumnya dikembangkan oleh negara-negara tertentu, sehingga seringkali suatu jenis PLTN sangat menonjol dalam suatu negara, tetapi tidak dioperasikan oleh negara lain. Perbedaan berbagai tipe reaktor daya itu bisa terletak pada penggunaan bahan bakar, moderator, jenis pendinging serta perbedaan-perbedaan lainnya.
Perbedaan jenis reaktor daya yang dikembangkan antara satu negara dengan negara lain juga dipengaruhi oleh tingkat penguasaan teknologi yang terkait dengan nuklir oleh masing-masing negara. Pada awal pengembangan PLTN pada tahun 1950-an, pengayaan uranium baru bisa dilakukan oleh Amerika Serikat dan Rusia, sehingga kedua negara tersebut pada saat itu sudah mulai mengembangkan reaktor daya berbahan bakar uranium diperkaya. Sementara itu di Kanada, Perancis dan Ingris pada saat itu dipusatkan pada program pengembangan reaktor daya berbahan bakar uranium alam. Oleh sebab itu, PLTN yang pertama kali beroperasi di ketiga negara tersebut menggunakan reaktor berbahan bakar uranium alam. Namun dalam perkembangan berikutnya, terutama Inggris dan Perancis juga mengoperasikan PLTN berbahan bakar uranium diperkaya.
• Reaktor Air Didih
Pada reaktor air didih, panas hasil fisi dipakai secara langsung untuk menguapkan air pendingin dan uap yang terbentuk langsung dipakai untuk memutar turbin. Turbin tekanan tinggi menerima uap pada suhu sekitar 290 ºC dan tekanan sebesar 7,2 MPa. Sebagian uap diteruskan lagi ke turbin tekanan rendah. Dengan sistim ini dapat diperoleh efisiensi thermal sebesar 34 %. Efisiensi thermal ini menunjukkan prosentase panas hasil fisi yang dapat dikonversikan menjadi energi listrik. Setelah melalui turbin, uap tersebut akan mengalami proses pendinginan sehingga berubah menjadi air yang langsung dialirkan ke teras reaktor untuk diuapkan lagi dan seterusnya. Dalam reaktor ini digunakan bahan bakar 235U dengan tingkat pengayaannya 3-4 % dalam bentuk UO2.
Pada tahun 1981, perusahaan Toshiba, General Electric dan Hitachi melakukan kerja sama dengan perusahaan Tokyo Electric Power Co. Inc. untuk memulai suatu proyek pengembangan patungan dalam rangka meningkatkan unjuk kerja sistim Reaktor Air Didih dengan memperkenalkan Reaktor Air Didih Tingkat Lanjut atau A-BWR (Advanced Boiling Water Reactor). Kapasitas A-BWR dirancang lebih besar untuk mempertinggi keuntungan ekonomis. Di samping itu, beberapa komponen reaktor juga mengalami peningkatan, seperti peningkatan dalam fraksi bakar, penyempurnaan sistim pompa sirkulasi pendingin, mekanisme penggerak batang kendali dan lain-lain.
• Reaktor Air Tekan
Reaktor Air Tekan juga menggunakan H2O sebagai pendingin sekaligus moderator. Bedanya dengan Reaktor Air Didih adalah penggunaan dua macam pendingin, yaitu pendingin primer dan sekunder. Panas yang dihasilkan dari reaksi fisi dipakai untuk memanaskan air pendingin primer. Dalam reaktor ini dilengkapi dengan alat pengontrol tekanan (pessurizer) yang dipakai untuk mempertahankan tekanan sistim pendingin primer.
Sistim pressurizer terdiri atas sebuah tangki yang dilengkapi dengan pemanas listrik dan penyemprot air. Jika tekanan dalam teras reaktor berkurang, pemanas listrik akan memanaskan air yang terdapat di dalam tangki pressurizer sehingga terbentuklah uap tambahan yang akan menaikkan tekanan dalam sistim pendingin primer. Sebaliknya apabila tekanan dalam sistim pendingin primer bertambah, maka sistim penyemprot air akan mengembunkan sebagian uap sehingga tekanan uap berkurang dan sistim pendingin primer akan kembali ke keadaan semula. Tekanan pada sistim pendingin primer dipertahankan pada posisi 150 Atm untuk mencegah agar air pendingin primer tidak mendidih pada suhu sekitar 300 ºC. Pada tekanan udara normal, air akan mendidih dan menguap pada suhu 100 ºC.
Cara Kerja Reaktor Nuklir
Secara garis besar cara kerja sebuah reaktor nuklir (jenis PWR) hingga bisa menghasilkan listrik adalah sebagai berikut :
1. Didalam inti reaktor, reaksi fisi terjadi karena adanya penembakan neutron terhadap bahan bakar nuklir yang menghasilkan energi panas.
2. Energi panas yang dihasilkan dari inti reaktor kemudian dibawa oleh air bertekanan pada primary loop ke generator uap.
3. Didalam generator uap, air yang berasal dari secondary loop menjadi terpanaskan dan terbentuklah uap.
4. Uap yang dihasilkan diarahkan ke turbin uap untuk memutar generator dan akhirnya menghasilkan listrik
Di dalam inti atom tersimpan tenaga inti (nuklir) yang luar biasa besarnya. Tenaga nuklir itu hanya dapat dikeluarkan melalui proses pembakaran bahan bakar nuklir. Proses ini sangat berbeda dengan pembakaran kimia biasa yang umumnya sudah dikenal, seperti pembakaran kayu, minyak dan batubara. Besar energi yang tersimpan (E) di dalam inti atom adalah seperti dirumuskan dalam kesetaraan massa dan energi oleh Albert Einstein : E = m C2, dengan m : massa bahan (kg) dan C = kecepatan cahaya (3 x 108 m/s). Energi nuklir berasal dari perubahan sebagian massa inti dan keluar dalam bentuk panas.
Sejarah pemanfaatan energi nuklir melalui Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dimulai beberapa saat setelah tim yang dipimpin Enrico Fermi berhasil memperoleh reaksi nuklir berantai terkendali yang pertama pada tahun 1942. Reaktor nuklirnya sendiri sangat dirahasiakan dan dibangun di bawah stadion olah raga Universitas Chicago.
Listrik pertama yang dihasilkan dari PLTN terjadi di Idaho, Amerika Serikat, pada tahun 1951. Selanjutnya pada tahun 1954 PLTN skala kecil juga mulai dioperasikan di Rusia. PLTN pertama di dunia yang memenuhi syarat komersial dioperasikan pertama kali pada bulan Oktober 1956 di Calder Hall, Cumberland. Sistim PLTN di Calder Hall ini terdiri atas dua reaktor nuklir yang mampu memproduksi sekitar 80 juta Watt tenaga listrik. Sukses pengoperasian PLTN tersebut telah mengilhami munculnya beberapa PLTN dengan model yang sama di berbagai tempat.
Energi Nuklir
Untuk mendapatkan gambaran tentang besarnya energi yang dapat dilepaskan oleh reaksi nuklir, berikut ini diberikan contoh perhitungan sederhana. Ambil 1 g (0,001 kg) bahan bakar nuklir 235U. Jumlah atom di dalam bahan bakar ini adalah :
N = (1/235) x 6,02 x 1023 = 25,6 x 1020 atom 235U.
Karena setiap proses fisi bahan bakar nuklir 235U disertai dengan pelepasan energi sebesar 200 MeV, maka 1 g 235U yang melakukan reaksi fisi sempurna dapat melepaskan energi sebesar :
E = 25,6 x 1020 (atom) x 200 (MeV/atom) = 51,2 x 1022 MeV
Jika energi tersebut dinyatakan dengan satuan Joule (J), di mana 1 MeV = 1.6 x 10-13 J, maka energi yang dilepaskan menjadi :
E = 51,2 x 1022 (MeV) x 1,6 x 10-13 (J/MeV) = 81,92 x 109 J
Dengan menganggap hanya 30 % dari energi itu dapat diubah menjadi energi listrik, maka energi listrik yang dapat diperoleh dari 1 g 235U adalah :
Elistrik = (30/100) x 81,92 x 109 J = 24,58 x 109 J
Karena 1J = 1 W.s ( E = P.t), maka peralatan elektronik seperti pesawat TV dengan daya (P) 100 W dapat dipenuhi kebutuhan listriknya oleh 1 g 235U selama :
t = Elistrik / P = 24,58 x 109 (J) / 100 (W) = 24,58 x 107 s
Angka 24,58 x 107 sekon (detik) sama lamanya dengan 7,78 tahun terus-menerus tanpa dimatikan. Jika diasumsikan pesawat TV tersebut hanya dinyalakan selama 12 jam/hari, maka energi listrik dari 1 g 235U bisa dipakai untuk mensuplai kebutuhan listrik pesawat TV selama lebih dari 15 tahun.
Proses Kerja Pusat Listrik Tenaga Nuklir
Proses kerja PLTN sebenarnya hampir sama dengan proses kerja pembangkit listrik konvensional seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), yang umumnya sudah dikenal secara luas. Yang membedakan antara dua jenis pembangkit listrik itu adalah sumber panas yang digunakan. PLTN mendapatkan suplai panas dari reaksi nuklir, sedang PLTU mendapatkan suplai panas dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara atau minyak bumi.
Reaktor daya dirancang untuk memproduksi energi listrik melalui PLTN. Reaktor daya hanya memanfaatkan energi panas yang timbul dari reaksi fisi, sedang kelebihan neutron dalam teras reaktor akan dibuang atau diserap menggunakan batang kendali. Karena memanfaatkan panas hasil fisi, maka reaktor daya dirancang berdaya thermal tinggi dari orde ratusan hingga ribuan MW. Proses pemanfaatan panas hasil fisi untuk menghasilkan energi listrik di dalam PLTN adalah sebagai berikut :
• Bahan bakar nuklir melakukan reaksi fisi sehingga dilepaskan energi dalam bentuk panas yang sangat besar.
• Panas hasil reaksi nuklir tersebut dimanfaatkan untuk menguapkan air pendingin, bisa pendingin primer maupun sekunder bergantung pada tipe reaktor nuklir yang digunakan.
• Uap air yang dihasilkan dipakai untuk memutar turbin sehingga dihasilkan energi gerak (kinetik).
• Energi kinetik dari turbin ini selanjutnya dipakai untuk memutar generator sehingga dihasilkan arus listrik.
Jenis-Jenis PLTN
Teknologi PLTN dirancang agar energi nuklir yang terlepas dari proses fisi dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi dalam kehidupan sehari-hari. PLTN merupakan sebuah sistim yang dalam operasinya menggunakan reaktor daya yang berperan sebagai tungku penghasil panas. Dewasa ini ada berbagai jenis PLTN yang beroperasi. Perbedaan tersebut ditandai dengan perbedaan tipe reaktor daya yang digunakannya. Masing-masing jenis PLTN/tipe reaktor daya umumnya dikembangkan oleh negara-negara tertentu, sehingga seringkali suatu jenis PLTN sangat menonjol dalam suatu negara, tetapi tidak dioperasikan oleh negara lain. Perbedaan berbagai tipe reaktor daya itu bisa terletak pada penggunaan bahan bakar, moderator, jenis pendinging serta perbedaan-perbedaan lainnya.
Perbedaan jenis reaktor daya yang dikembangkan antara satu negara dengan negara lain juga dipengaruhi oleh tingkat penguasaan teknologi yang terkait dengan nuklir oleh masing-masing negara. Pada awal pengembangan PLTN pada tahun 1950-an, pengayaan uranium baru bisa dilakukan oleh Amerika Serikat dan Rusia, sehingga kedua negara tersebut pada saat itu sudah mulai mengembangkan reaktor daya berbahan bakar uranium diperkaya. Sementara itu di Kanada, Perancis dan Ingris pada saat itu dipusatkan pada program pengembangan reaktor daya berbahan bakar uranium alam. Oleh sebab itu, PLTN yang pertama kali beroperasi di ketiga negara tersebut menggunakan reaktor berbahan bakar uranium alam. Namun dalam perkembangan berikutnya, terutama Inggris dan Perancis juga mengoperasikan PLTN berbahan bakar uranium diperkaya.
• Reaktor Air Didih
Pada reaktor air didih, panas hasil fisi dipakai secara langsung untuk menguapkan air pendingin dan uap yang terbentuk langsung dipakai untuk memutar turbin. Turbin tekanan tinggi menerima uap pada suhu sekitar 290 ºC dan tekanan sebesar 7,2 MPa. Sebagian uap diteruskan lagi ke turbin tekanan rendah. Dengan sistim ini dapat diperoleh efisiensi thermal sebesar 34 %. Efisiensi thermal ini menunjukkan prosentase panas hasil fisi yang dapat dikonversikan menjadi energi listrik. Setelah melalui turbin, uap tersebut akan mengalami proses pendinginan sehingga berubah menjadi air yang langsung dialirkan ke teras reaktor untuk diuapkan lagi dan seterusnya. Dalam reaktor ini digunakan bahan bakar 235U dengan tingkat pengayaannya 3-4 % dalam bentuk UO2.
Pada tahun 1981, perusahaan Toshiba, General Electric dan Hitachi melakukan kerja sama dengan perusahaan Tokyo Electric Power Co. Inc. untuk memulai suatu proyek pengembangan patungan dalam rangka meningkatkan unjuk kerja sistim Reaktor Air Didih dengan memperkenalkan Reaktor Air Didih Tingkat Lanjut atau A-BWR (Advanced Boiling Water Reactor). Kapasitas A-BWR dirancang lebih besar untuk mempertinggi keuntungan ekonomis. Di samping itu, beberapa komponen reaktor juga mengalami peningkatan, seperti peningkatan dalam fraksi bakar, penyempurnaan sistim pompa sirkulasi pendingin, mekanisme penggerak batang kendali dan lain-lain.
• Reaktor Air Tekan
Reaktor Air Tekan juga menggunakan H2O sebagai pendingin sekaligus moderator. Bedanya dengan Reaktor Air Didih adalah penggunaan dua macam pendingin, yaitu pendingin primer dan sekunder. Panas yang dihasilkan dari reaksi fisi dipakai untuk memanaskan air pendingin primer. Dalam reaktor ini dilengkapi dengan alat pengontrol tekanan (pessurizer) yang dipakai untuk mempertahankan tekanan sistim pendingin primer.
Sistim pressurizer terdiri atas sebuah tangki yang dilengkapi dengan pemanas listrik dan penyemprot air. Jika tekanan dalam teras reaktor berkurang, pemanas listrik akan memanaskan air yang terdapat di dalam tangki pressurizer sehingga terbentuklah uap tambahan yang akan menaikkan tekanan dalam sistim pendingin primer. Sebaliknya apabila tekanan dalam sistim pendingin primer bertambah, maka sistim penyemprot air akan mengembunkan sebagian uap sehingga tekanan uap berkurang dan sistim pendingin primer akan kembali ke keadaan semula. Tekanan pada sistim pendingin primer dipertahankan pada posisi 150 Atm untuk mencegah agar air pendingin primer tidak mendidih pada suhu sekitar 300 ºC. Pada tekanan udara normal, air akan mendidih dan menguap pada suhu 100 ºC.
Cara Kerja Reaktor Nuklir
Secara garis besar cara kerja sebuah reaktor nuklir (jenis PWR) hingga bisa menghasilkan listrik adalah sebagai berikut :
1. Didalam inti reaktor, reaksi fisi terjadi karena adanya penembakan neutron terhadap bahan bakar nuklir yang menghasilkan energi panas.
2. Energi panas yang dihasilkan dari inti reaktor kemudian dibawa oleh air bertekanan pada primary loop ke generator uap.
3. Didalam generator uap, air yang berasal dari secondary loop menjadi terpanaskan dan terbentuklah uap.
4. Uap yang dihasilkan diarahkan ke turbin uap untuk memutar generator dan akhirnya menghasilkan listrik
Selasa, 07 Desember 2010
Iklim, Cuaca dan Perubahannya
Iklim dan Cuaca
Cuaca adalah suatu gejala alam yang terjadi dan berubah dalam waktu singkat, yang kita rasakan dari menit ke menit, jam ke jam. Contoh: perubahan harian dalam temperatur, kelembaban, angin, dll. Sedangkan Iklim adalah rata-rata peristiwa cuaca di suatu daerah tertentu, termasuk perubahan ekstrem musiman dan variasinya dalam waktu yang relatif lama, baik secara lokal, regional atau meliputi seluruh bumi kita.
Iklim dipengaruhi perubahan-perubahan yang cukup lama dari aspek-aspek seperti orbit bumi, perubahan samudra, atau keluaran energi dari matahari. Perubahan iklim merupakan sesuatu yang alami dan terjadi secara pelan. Contoh: musim (dingin, panas, semi, gugur, hujan dan kemarau) dan gejala alam khusus (seperti tornado dan banjir).
Sebagai negara yang secara geografis berada di sekitar ekuator, Iklim di Indonesia adalah tropis yang terdiri dari musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai Februari, sedangakan musim kemarau terjadi pada bulan Maret-September.
Perubahan Cuaca dan Iklim
KONDISI cuaca dan iklim di muka bumi saat ini terlihat makin bervariasi dan menyimpang. Khusus untuk kawasan Indonesia, telah tampak sejak tahun 1991.
Contohnya, sebelumnya ada prediksi bakal hadirnya kegiatan gejala alam El Nino dari beberapa praktisi termasuk pula Badan Meteorologi dan Geofisika di awal tahun hingga kuartal pertama tahun 2001. Kenyataannya kondisi hadirnya El Nino ini sirna karena hingga awal Juni 2001 hujan masih mengguyur di berbagai kawasan Indonesia.
Beberapa kalangan yang menyebutkan munculnya kegiatan gejala alam El Nino pada tahun 2001 ataupun tahun 2002 umumnya mengacu pada kejadian beberapa dasawarsa sebelumnya. Sejak tahun 1961, 1972, 1982, dan 1991 telah muncul kondisi kemarau yang umumnya merupakan dampak kegiatan gejala alam El Nino. Bahkan dari kalangan internasional telah muncul prediksi pada awal tahun 2001 yaitu akan muncul kegiatan gejala alam El Nino tahun 2001 yang akan berdampak besar berupa kekeringan dan kebakaran di kawasan Papua Niugini di timur wilayah Indonesia.
Munculnya cuaca dan iklim di Bumi merupakan ekspresi pemerataan energi yang diterima Bumi secara tidak merata. Wilayah tropis di sekitar ekuator sepanjang tahun menerima energi radiasi sang surya yang berarti surplus energi, sementara di lain pihak wilayah subtropis dan kutub hanya menerima sedikit energi dan berlangsung relatif singkat dan bergantian akibat garis edar revolusi Bumi mengitari Matahari.
Sebagai reaksi adanya beda dalam penerimaan energi ini dalam satu sistem muka bumi, terjadi usaha pemerataan melalui proses fisika dan kimiawi sedemikian sehingga terjadi peredaran udara di atmosfera dan peredaran laut. Dua sistem pemerataan energi ini dalam bentuk gerak (angin, gelombang dan arus), energi termal (panas) dan energi laten (uap air) berupa awan, hujan, salju, guntur dan sebagainya, yang kesemuanya berlangsung alamiah.
Proses fisika dan kimiawi tersebut sangat tergantung pada besarnya energi dari sang surya selain ulah manusia yang kian bertambah. Pertambahan manusia dan mobilitasnya ikut memberi kontribusi dalam proses pemerataan energi yang menambah variasi alam yang tidak tetap dan sama dari waktu ke waktu dan masa ke masa.
Matahari memancarkan energi radiasi yang merupakan hasil reaksi fusi dan fisi gas hidrogen dan helium yang bila dilihat dari Bumi tampak seperti titik-titik ledakan energi. Berdasarkan pengembangan lanjutan dan memperhatikan kondisi cuaca dan iklim, ternyata ada kaitan antara makin tingginya jumlah bintik-bintik Matahari dengan peningkatan pancaran energi Matahari. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan sejak tahun 1960-1962 yang memuncak dengan jumlah bintik di atas 175 buah dalam sebulan. Siklus kegiatan Matahari umumnya memuncak pada akhir setiap dasawarsa dan minimum di pertengahan dasa warsa. Untuk kurun waktu tahun 2000-2001 terekam kurang dari 175 buah bintik Matahari yang berarti kondisi puncaknya tidak sama dengan tiga dasawarsa periode 1961-1961, 1980-1981, dan 1990-1992.
Dari gambaran tersebut dapat diartikan sementara bahwa kondisi pemberi gerak di alam raya khususnya di muka Bumi untuk periode tahun 2000-2001 yang kini sedang berjalan relatif lebih rendah dari kondisi sebelumnya. Dengan demikian besarnya energi radiasi sang surya tidak sama dengan energi yang dipancarkan khususnya dalam dua dasa warsa terakhir. Energi radiasi tersebut umumnya digunakan dalam peredaran udara dan kelautan yang ada di muka Bumi yang umumnya mempunyai tenggang waktu.
Cuaca adalah suatu gejala alam yang terjadi dan berubah dalam waktu singkat, yang kita rasakan dari menit ke menit, jam ke jam. Contoh: perubahan harian dalam temperatur, kelembaban, angin, dll. Sedangkan Iklim adalah rata-rata peristiwa cuaca di suatu daerah tertentu, termasuk perubahan ekstrem musiman dan variasinya dalam waktu yang relatif lama, baik secara lokal, regional atau meliputi seluruh bumi kita.
Iklim dipengaruhi perubahan-perubahan yang cukup lama dari aspek-aspek seperti orbit bumi, perubahan samudra, atau keluaran energi dari matahari. Perubahan iklim merupakan sesuatu yang alami dan terjadi secara pelan. Contoh: musim (dingin, panas, semi, gugur, hujan dan kemarau) dan gejala alam khusus (seperti tornado dan banjir).
Sebagai negara yang secara geografis berada di sekitar ekuator, Iklim di Indonesia adalah tropis yang terdiri dari musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai Februari, sedangakan musim kemarau terjadi pada bulan Maret-September.
Perubahan Cuaca dan Iklim
KONDISI cuaca dan iklim di muka bumi saat ini terlihat makin bervariasi dan menyimpang. Khusus untuk kawasan Indonesia, telah tampak sejak tahun 1991.
Contohnya, sebelumnya ada prediksi bakal hadirnya kegiatan gejala alam El Nino dari beberapa praktisi termasuk pula Badan Meteorologi dan Geofisika di awal tahun hingga kuartal pertama tahun 2001. Kenyataannya kondisi hadirnya El Nino ini sirna karena hingga awal Juni 2001 hujan masih mengguyur di berbagai kawasan Indonesia.
Beberapa kalangan yang menyebutkan munculnya kegiatan gejala alam El Nino pada tahun 2001 ataupun tahun 2002 umumnya mengacu pada kejadian beberapa dasawarsa sebelumnya. Sejak tahun 1961, 1972, 1982, dan 1991 telah muncul kondisi kemarau yang umumnya merupakan dampak kegiatan gejala alam El Nino. Bahkan dari kalangan internasional telah muncul prediksi pada awal tahun 2001 yaitu akan muncul kegiatan gejala alam El Nino tahun 2001 yang akan berdampak besar berupa kekeringan dan kebakaran di kawasan Papua Niugini di timur wilayah Indonesia.
Munculnya cuaca dan iklim di Bumi merupakan ekspresi pemerataan energi yang diterima Bumi secara tidak merata. Wilayah tropis di sekitar ekuator sepanjang tahun menerima energi radiasi sang surya yang berarti surplus energi, sementara di lain pihak wilayah subtropis dan kutub hanya menerima sedikit energi dan berlangsung relatif singkat dan bergantian akibat garis edar revolusi Bumi mengitari Matahari.
Sebagai reaksi adanya beda dalam penerimaan energi ini dalam satu sistem muka bumi, terjadi usaha pemerataan melalui proses fisika dan kimiawi sedemikian sehingga terjadi peredaran udara di atmosfera dan peredaran laut. Dua sistem pemerataan energi ini dalam bentuk gerak (angin, gelombang dan arus), energi termal (panas) dan energi laten (uap air) berupa awan, hujan, salju, guntur dan sebagainya, yang kesemuanya berlangsung alamiah.
Proses fisika dan kimiawi tersebut sangat tergantung pada besarnya energi dari sang surya selain ulah manusia yang kian bertambah. Pertambahan manusia dan mobilitasnya ikut memberi kontribusi dalam proses pemerataan energi yang menambah variasi alam yang tidak tetap dan sama dari waktu ke waktu dan masa ke masa.
Matahari memancarkan energi radiasi yang merupakan hasil reaksi fusi dan fisi gas hidrogen dan helium yang bila dilihat dari Bumi tampak seperti titik-titik ledakan energi. Berdasarkan pengembangan lanjutan dan memperhatikan kondisi cuaca dan iklim, ternyata ada kaitan antara makin tingginya jumlah bintik-bintik Matahari dengan peningkatan pancaran energi Matahari. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan sejak tahun 1960-1962 yang memuncak dengan jumlah bintik di atas 175 buah dalam sebulan. Siklus kegiatan Matahari umumnya memuncak pada akhir setiap dasawarsa dan minimum di pertengahan dasa warsa. Untuk kurun waktu tahun 2000-2001 terekam kurang dari 175 buah bintik Matahari yang berarti kondisi puncaknya tidak sama dengan tiga dasawarsa periode 1961-1961, 1980-1981, dan 1990-1992.
Dari gambaran tersebut dapat diartikan sementara bahwa kondisi pemberi gerak di alam raya khususnya di muka Bumi untuk periode tahun 2000-2001 yang kini sedang berjalan relatif lebih rendah dari kondisi sebelumnya. Dengan demikian besarnya energi radiasi sang surya tidak sama dengan energi yang dipancarkan khususnya dalam dua dasa warsa terakhir. Energi radiasi tersebut umumnya digunakan dalam peredaran udara dan kelautan yang ada di muka Bumi yang umumnya mempunyai tenggang waktu.
KOMPONEN DIGITAL - DECORDER
DECORDER
decoder adalah perangkat yang melakukan kebalikan dari encoder, mengurai encoding sehingga informasi asli dapat diambil. Metode yang sama digunakan untuk mengkodekan biasanya hanya terbalik dalam rangka untuk memecahkan kode. sistem elektronika yang menggunakan isyarat digital. Komponen digital terdiri dari Integrated circuit/ IC, Decoder, Multi flatser, Register, dan Pencacah biner/ Coulter.
Dalam elektronik digital, decoder bisa mengambil bentuk input-ganda, multiple-output sirkuit logika yang mengubah kode masukan menjadi keluaran kode, dimana kode input dan output berbeda. misalnya n-ke-2n, decoder kode biner-desimal. Aktifkan input harus selama decoder berfungsi, jika outputnya menganggap satu "cacat" kata output kode. Decoding diperlukan dalam aplikasi seperti data multiplexing tampilan, 7 segmen dan decoding alamat memori.
Sebuah decoder sedikit lebih kompleks akan menjadi n-ke-2n tipe dekoder biner. Jenis ini adalah sirkuit dekoder combinational yang mengkonversi informasi biner masukan 'n' dari kode ke maksimum 2n output yang unik. Kami mengatakan maksimum 2n output karena dalam kasus sedikit informasi 'n' kode memiliki kombinasi bit yang tidak digunakan, decoder mungkin kurang dari 2n output. Kita dapat memiliki 2-ke-4 decoder, 3-ke-8 decoder atau 4-ke-16 decoder. Kita bisa membentuk decoder 3-ke-8 dari dua 2-ke-4 decoder (dengan mengaktifkan sinyal).
Demikian pula, kita juga dapat membentuk decoder 4-ke-16 dengan menggabungkan dua 3-ke-8 decoder. Dalam jenis ini desain sirkuit, yang memungkinkan masukan dari kedua 3-ke-8 decoder berasal dari input 4, yang bertindak sebagai pemilih antara dua 3-ke-8 decoder. Hal ini memungkinkan input 4 untuk mengaktifkan decoder baik atas atau bawah, yang menghasilkan output dari D (0) melalui D (7) untuk decoder pertama, dan D (8) melalui D (15) untuk decoder kedua.
Sirkuit terpadu (integrated circuit atau IC) adalah komponen yang paling penting pada peralatan elekrtonika karena IC berperan sebagai otak pada peralatan elektronika. IC yang dipakai pada komputer adalah Mikroprosesor. Fabrikasi yang dipakai oleh mikroprosesor adalah 60nm. IC dapat melakukan fungsi yang dilakukan oleh tabung vakum. Ukuran IC yang kecil, tepercaya, kecepatan "switch", konsumsi listrik rendah, produksi massal, dan kemudahan dalam menambahkan jumlahnya dengan cepat menyingkirkan tabung vakum. IC mempunyai ukuran seukuran tutup pena sampai ukuran ibu jari dan dapat diisi sampai 250 kali dan digunakan pada alat elektronika seperti:
• Telepon
• Kalkulator
• Handphone
• Radio
Contoh- Contoh IC :
• 555 multivibrator
• IC seri 7400
• Intel 4004
• Intel seri x86
Decoder adalah kebalikan dari sebuah encoder, mengurangi encoding sehingga informasi asli dapat diambil. Dalam elektronika digital, decoder bias mengambil bentuk input-ganda, multiple-output sirkuit logika yang mengubah kode masuk menjadi kode keluar, dimana kode input dan output berada.
decoder adalah perangkat yang melakukan kebalikan dari encoder, mengurai encoding sehingga informasi asli dapat diambil. Metode yang sama digunakan untuk mengkodekan biasanya hanya terbalik dalam rangka untuk memecahkan kode. sistem elektronika yang menggunakan isyarat digital. Komponen digital terdiri dari Integrated circuit/ IC, Decoder, Multi flatser, Register, dan Pencacah biner/ Coulter.
Dalam elektronik digital, decoder bisa mengambil bentuk input-ganda, multiple-output sirkuit logika yang mengubah kode masukan menjadi keluaran kode, dimana kode input dan output berbeda. misalnya n-ke-2n, decoder kode biner-desimal. Aktifkan input harus selama decoder berfungsi, jika outputnya menganggap satu "cacat" kata output kode. Decoding diperlukan dalam aplikasi seperti data multiplexing tampilan, 7 segmen dan decoding alamat memori.
Sebuah decoder sedikit lebih kompleks akan menjadi n-ke-2n tipe dekoder biner. Jenis ini adalah sirkuit dekoder combinational yang mengkonversi informasi biner masukan 'n' dari kode ke maksimum 2n output yang unik. Kami mengatakan maksimum 2n output karena dalam kasus sedikit informasi 'n' kode memiliki kombinasi bit yang tidak digunakan, decoder mungkin kurang dari 2n output. Kita dapat memiliki 2-ke-4 decoder, 3-ke-8 decoder atau 4-ke-16 decoder. Kita bisa membentuk decoder 3-ke-8 dari dua 2-ke-4 decoder (dengan mengaktifkan sinyal).
Demikian pula, kita juga dapat membentuk decoder 4-ke-16 dengan menggabungkan dua 3-ke-8 decoder. Dalam jenis ini desain sirkuit, yang memungkinkan masukan dari kedua 3-ke-8 decoder berasal dari input 4, yang bertindak sebagai pemilih antara dua 3-ke-8 decoder. Hal ini memungkinkan input 4 untuk mengaktifkan decoder baik atas atau bawah, yang menghasilkan output dari D (0) melalui D (7) untuk decoder pertama, dan D (8) melalui D (15) untuk decoder kedua.
Sirkuit terpadu (integrated circuit atau IC) adalah komponen yang paling penting pada peralatan elekrtonika karena IC berperan sebagai otak pada peralatan elektronika. IC yang dipakai pada komputer adalah Mikroprosesor. Fabrikasi yang dipakai oleh mikroprosesor adalah 60nm. IC dapat melakukan fungsi yang dilakukan oleh tabung vakum. Ukuran IC yang kecil, tepercaya, kecepatan "switch", konsumsi listrik rendah, produksi massal, dan kemudahan dalam menambahkan jumlahnya dengan cepat menyingkirkan tabung vakum. IC mempunyai ukuran seukuran tutup pena sampai ukuran ibu jari dan dapat diisi sampai 250 kali dan digunakan pada alat elektronika seperti:
• Telepon
• Kalkulator
• Handphone
• Radio
Contoh- Contoh IC :
• 555 multivibrator
• IC seri 7400
• Intel 4004
• Intel seri x86
Decoder adalah kebalikan dari sebuah encoder, mengurangi encoding sehingga informasi asli dapat diambil. Dalam elektronika digital, decoder bias mengambil bentuk input-ganda, multiple-output sirkuit logika yang mengubah kode masuk menjadi kode keluar, dimana kode input dan output berada.
Langganan:
Postingan (Atom)